Bukan Solusi tapi Kekerasan Baru : Praktik Menikahkan Korban dengan Pelaku Pemerkosaan
https://pin.it/4TnvyNcT3 MENIKAHKAN KORBAN DENGAN PELAKU ADALAH SOLUSI SEMU YANG MELANGGENGKAN KEKERASAN “Biar cepat selesai, dinikahkan saja.” Kalimat ini sering terdengar sebagai solusi praktis dalam ruang keluarga, kantor desa, atau forum musyawarah adat. Sekilas tampak bijaksana. Namun, jika kita menempatkan diri sebagai korban—seorang anak perempuan yang dipaksa, disakiti, dan dilukai secara seksual—lalu harus menikah dengan pelaku yang menghancurkan hidupnya, masihkah itu bisa disebut keadilan? Praktik memaksa korban kekerasan seksual menikah dengan pelaku adalah wajah kelam yang masih nyata di berbagai wilayah Indonesia. Alih-alih dibela, dilindungi, dan dipulihkan, korban justru didorong menerima “penyelesaian damai” atas nama nama baik keluarga, kehormatan, atau masa depan. Yang terjadi sesungguhnya adalah kekerasan seksual yang berubah rupa menjadi kekerasan struktural, kultural, dan sosial—lebih sulit diberantas karena dibungkus narasi kepatutan. Di sejumlah wilayah yang mem...