Postingan

Bukan Solusi tapi Kekerasan Baru : Praktik Menikahkan Korban dengan Pelaku Pemerkosaan

Gambar
https://pin.it/4TnvyNcT3 MENIKAHKAN KORBAN DENGAN PELAKU ADALAH SOLUSI SEMU YANG MELANGGENGKAN KEKERASAN “Biar cepat selesai, dinikahkan saja.” Kalimat ini sering terdengar sebagai solusi praktis dalam ruang keluarga, kantor desa, atau forum musyawarah adat. Sekilas tampak bijaksana. Namun, jika kita menempatkan diri sebagai korban—seorang anak perempuan yang dipaksa, disakiti, dan dilukai secara seksual—lalu harus menikah dengan pelaku yang menghancurkan hidupnya, masihkah itu bisa disebut keadilan? Praktik memaksa korban kekerasan seksual menikah dengan pelaku adalah wajah kelam yang masih nyata di berbagai wilayah Indonesia. Alih-alih dibela, dilindungi, dan dipulihkan, korban justru didorong menerima “penyelesaian damai” atas nama nama baik keluarga, kehormatan, atau masa depan. Yang terjadi sesungguhnya adalah kekerasan seksual yang berubah rupa menjadi kekerasan struktural, kultural, dan sosial—lebih sulit diberantas karena dibungkus narasi kepatutan. Di sejumlah wilayah yang mem...

Red Queen Series by Victoria Aveyard ( Resensi)

Gambar
Resensi Buku Red Queen Series Karya Victoria Aveyard ( gambar diambil dari pinterest) Ada dunia di mana darah menentukan nasib. Jika merah mengalir dalam tubuhmu, maka hidupmu ditakdirkan untuk tunduk, melayani, dan berperang demi kehendak penguasa. Tapi jika darahmu berwarna perak, maka kau adalah penguasa. Kau memiliki kekuatan seperti dewa dan hak untuk menentukan hidup orang lain. Inilah dunia Red Queen Series karya Victoria Aveyard, sebuah dunia distopia yang tidak hanya memukau lewat ide dan konflik, tetapi juga menyayat lewat karakter-karakter yang rapuh, keras kepala, dan penuh luka. Serial ini membuka mataku pada bentuk penindasan yang disusun rapi dalam sistem. Sistem kasta, kerajaan, dan kekuasaan yang diwariskan, bukan karena layak, tetapi karena darah. Merah dan Perak bukan sekadar warna, mereka adalah garis tak kasat mata yang memisahkan manusia dari kemanusiaan. Sistem ini dibentuk oleh ketakutan dan dijaga oleh tradisi. Dan di tengah dunia yang kejam ini, berdirilah seo...

RAPE CULTURE : recognizing and resisting rape culture

Gambar
  RAPE CULTURE recognizing and resisting rape culture   Belakangan ini Indonesia sedang mengalami banyak kasus kekerasan dan pelecehan seksual, beberapa terjadi di institusi pendidikan, lingkungan kerja bahkan di tempat umum. Hal ini seakan-akan menjadi hal umrah dilihat dari respon masyarakat yang menyalahkan korban dalam kasus-kasus tersebut. Hal tersebut adalah faktor dari berkembangnya rape culture di Indonesia.     A.     Apa itu Rape Culture ?   Rape culture atau budaya pemerkosaan adalah budaya di mana kekerasan seksual diperlakukan sebagai norma dan korban disalahkan atas penyerangan yang menimpa mereka. Ini bukan hanya tentang kekerasan seksual, tetapi tentang norma dan institusi budaya yang melindungi pemerkosa, mempromosikan impunitas, mempermalukan korban, dan menuntut perempuan melakukan pengorbanan yang tidak masuk akal untuk menghindari serangan seksual.   Istilah rape culture ditemukan dan diperkenalkan tahu...

Perempuan dalam Society 5.0

Perempuan di Era 5.0 Antara Peluang dan Tantangan Perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa kita memasuki Era 5.0, sebuah masa di mana teknologi tidak hanya canggih, tetapi juga dirancang untuk berpusat pada kebutuhan manusia. Kecerdasan buatan, robotika, dan Internet of Things (IoT) kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan besar ini, perempuan memiliki peluang yang semakin luas untuk berperan aktif dalam berbagai bidang. Era 5.0 tidak lagi sekadar berbicara tentang otomatisasi dan digitalisasi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Dalam konteks ini, perempuan memiliki posisi yang sangat strategis. Kreativitas, empati, kemampuan berkolaborasi, dan kepedulian terhadap keberlanjutan merupakan nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan berbasis teknologi masa kini. Perempuan kini tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi. Banyak perempuan yang terlibat dalam pengembangan a...

This is consent : how to talk and think about consent

Gambar
  CONSENT This is consent : how to talk and think about consent Kita mungkin sering mendengar kata consent yang artinya "persetujuan". Dalam banyak hal, persetujuan memang menjadi dasar sebelum kita mengambil keputusan. Namun, dalam konteks seksual, consent punya arti yang jauh lebih dalam dan krusial. Sayangnya, pemahaman masyarakat kita mengenai hal ini masih minim, yang ironisnya malah menyuburkan pelecehan dan kekerasan seksual, atau yang sering kita dengar sebagai rape culture (budaya pemerkosaan). Indonesia sendiri masih berjuang keras untuk menangani masalah ini. ​Secara teknis, consent sering diringkas menjadi "yes means yes". Tiara Puspita, M.Psi., seorang psikolog klinis, menekankan bahwa consent adalah persetujuan yang diberikan secara sadar, sukarela, tanpa paksaan, dan tanpa ancaman sama sekali. ​Sejalan dengan itu, penulis Rachel Kramer Bussel dalam bukunya Yes Means Yes! Visions of Female Sexual Power & A World Without Rape menjelaskan bahwa ...

Critical Thinking and Reclective Thinking

  Berpikir Kritis sebagai Bekal Penting di Era Banjir Informasi Manusia tidak hanya hidup dengan bernapas, tetapi juga dengan berpikir. Namun, di zaman yang serba cepat seperti sekarang, pikiran sering kali terasa penuh dan bercampur aduk. Informasi datang tanpa henti, masalah muncul silih berganti, dan opini tersebar di mana-mana. Akibatnya, banyak orang kesulitan membedakan mana fakta, mana sekadar pendapat. Di sinilah kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting, bukan hanya di sekolah atau tempat kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Apa Itu Berpikir Kritis? Menurut filsuf dan pendidik terkenal, John Dewey, berpikir reflektif adalah proses mempertimbangkan sesuatu secara aktif, teliti, dan hati-hati dengan melihat alasan yang mendasarinya serta dampak dari kesimpulan yang diambil. Secara sederhana, berpikir kritis berarti tidak langsung percaya begitu saja, tetapi juga tidak langsung menolak. Kita menimbang informasi, memeriksa bukti, dan mempertimbangkan berbagai...

Perempuan dan Paradoks Masyarakat Awam

Halo, teman-teman! Hingga kini, masih banyak orang yang belum memahami, atau bahkan memilih untuk tidak memahami, topik-topik yang dianggap tabu seperti ini. Mari kita bahas bersama sisi-sisi tersembunyi pada perempuan yang kerap disalahartikan, sehingga memunculkan paradoks di tengah masyarakat yang masih minim pengetahuan. Sisi pribadi perempuan mencakup hal-hal yang hanya diketahui dirinya sendiri, salah satunya adalah keperawanan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “perawan” diartikan sebagai perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual, sedangkan “keperawanan” merujuk pada kondisi kemurnian. Banyak orang masih percaya bahwa selaput dara yang tidak utuh menandakan seorang perempuan sudah tidak perawan atau pernah berhubungan seksual. Keyakinan ini mendorong munculnya praktik seperti tes keperawanan, bahkan ada perempuan yang memilih melakukan operasi pemulihan hymen demi terlihat “utuh”. Padahal, menilai keperawanan hanya dari kondisi selaput dara merupakan ko...